Artikel

Cari tahu serba serbi tentang aqiqah!

Apa Itu Aqiqah?

Persiapan aqiqah biasanya meliputi penyembelihan kambing atau sapi. Syarat kambing atau sapi yang akan disembelih berbeda pada kelahiran bayi laki-laki dan perempuan. Disamping itu, ketika melangsungkan aqiqah, tuan rumah biasanya akan menyediakan hidangan untuk tamu dan bawaan ketika pulang. Oleh sebab itu kami hadir untuk membantu anda menyediakan jasa dan paket aqiqah tangerang.

Dalam islam rukun melaksanakan aqiqah setelah menyambut kelahiran buah hati adalah hal penting. Mayoritas pemeluk agama Islam menganggap aqiqah adalah suatu ibadah yang berupa sunnah muakad. Umumnya aqiqah diadakan dalam bentuk syukuran dengan beberapa persiapan sebelum hari-H.


Rukun Aqiqah


Sebelum membahas aqiqah para orang tua harus mengetahui apa itu rukun. Rukun adalah kewajiban yang wajib dipenuhi agar amalan maupun pekerjaan. Terkhususnya bagi pasangan muda yang baru melangsungkan pernikahan, disarankan agar mempersiapkan penyelenggaraan aqiqah sejak dini. Hal utama yang penting adalah mempelajari rukun pelaksanaan aqiqah bagi calon jabang bayi.

Aqiqah berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna memotong. Menurut para ulama ditanah Saudu Arabia dahulu ‘memotong’ dapat bermakna ganda. Makna tersebut memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut sang bayi. Sedangkan, Abu Ubaid berkata bahwa arti aqiqah yakni memotong sedikit rambut atau bulu bayi yang baru saja lahir.

Al-Jauhari merupakan seorang ulama besar pada masanya mengatakan aqiqah merupakan sunnah menyembelih hewan tepat dari hari ketujuh kelahiran bayi. Selain itu, dilangsungkan pula secara bersamaan mencukur rambut bayi tersebut. Sementara itu, secara syar’iy, aqiqah paling tepat didefinisikan kegiatan menyembelih hewan sebagai wujud syukur kepada Allah. Penyembelihan hewan diikuti dengan niat dan beberapa syarat tertentu dalam Islam.


Pelaksanaan Aqiqah


Rasulullah SAW berfirman bahwa aqiqah terhadap bayi maka itu akan tergadai dengan hewan aqiqah, penyembelihan pada hari ke tujuh kelahiran. Bayi itu akan dicukur dan diberikan nama. Apabila aqiqah tidak dilangsungkan pada hari ke tujuh, maka dapat dilakukan tepat empat belas hari setelah kelahiran.

Abdullah bin Buraidah sang ayahanda dari Rasulullah SAW mengatakan hewan aqiqah wajib hukumnya disembelih pada hari ke tujuh, ke empat belas, ke dua puluh satu. Apabila orangtua atau keluarga belum mampu melangsungkan aqiqah saat hari-hari yang telah ditetapkan tersebut. Maka dapat dilakukan setelah bayi tersebut dewasa.

Syaikh Shalih Al-Fauzab mengatakan jika bayi baru lahir tidak diaqiqah oleh orangtuanya, kemudian dia dapat melakukan aqiqah untuk dirinya setelah dewasa. Perlunya persiapan aqiqah harus dilakukan sejak jauh hari. Berbagai keperluan aqiqah bisa dengan mudah anda siapkan dengan menggunakan jasa kami sebagai penyedia paket aqiqah tangerang.


Ketentuan Aqiqah


Paket aqiqah tangerang juga menyediakan hewan sembelih untuk aqiqah. Syarat hewan ini sama seperti hewan kurban mulai dari usia hewan dan kriterianya. Imam Malik seorang ulama besar Saudi Arabia mengatakan aqiqah selayaknya nusuk dan udhhiyah. Tidak diperkenankan dilakukan pada hewan kurus, picak, sakit, dan patah tulang.

Bagi anak laki-laki disyaratkan menyembelih dua ekor kambing, apabila orangtua belum sanggup maka satu ekor kambing sudah cukup. Sementara itu, bagi anak perempuan disyaratkan menyembelih satu ekor kambing atau domba. Daging dari sembelihan hewan aqiqah dalam segi pembagian juga mempunyai hukumnya sendiri.

Para ulama mengemukakan jika daging hewan sama pembagiannya dengan daging qurban. Yakni sebagian diperbolehkan dimakan oleh keluarga. Sebagian lainnya diperuntukkan bagi tetangga dan fakir miskin. Diperbolehkan apabila pihak keluarga tidak memakan daging aqiqah dan memberikan seluruhnya untuk fakir miskin.

Dari penjabaran diata barulah dapat mengerti hal-hal yang berkaitan dengan aqiqah. Terutama bagi calon orangtua perlu memahaminya untuk dapat mempersiapkan aqiqah sebelum bayi dilahirkan.

Hubungi via WhatsApp